Perang horizontal digital
Gue asumsikan, typical morning lo kurang lebih kayak gini:
- Bangun pagi
- Minum air putih segelas
- Ke kamar mandi
- Bersihin mata
- Buka sosial media
- Lo mulai hari lo dengan setidaknya satu konflik antar dua pandangan yang berseberangan
Terdengar biasa? Mungkin aja. Tapi belakangan gue ngerasa ada yang janggal. Karena konflik-konflik yang seringkali (gue rasa) “didorong” oleh algoritma adalah konflik-konflik yang kayak gini:
- Perempuan vs Laki-laki: Berantem karena diskusi domestic labor, penghasilan, ngurus anak, duit, dan masih banyak lagi
- Antar umat beragama: Komplain soal rumah ibadah, cara-cara ibadah, interpretasi kitab suci
- Antar mahasiswa: Generalisir satu kampus dari satu kasus spesifik, jadi konfliknya gak berfaedah sama sekali
- Fans vs Haters artis: Ngebela/nyerang kelakuan idola/yang lagi kena spotlight
Dari empat poin di atas, gue menganggap ada satu pola yang lagi didorong banget untuk selalu ada di For You page kita:
Konflik-konflik ini berperan hanya sebagai distraksi dari isu-isu yang sebenernya lebih penting
Sebelumnya disclaimer dulu kalo gue sama sekali gak mempermasalahkan konflik yang sifatnya udah jelas melanggar norma kayak kekerasan seksual, pencurian, penipuan, dan lain-lain. Apalagi yang mengkritik pemerintah soal kebijakan.
Gue bener-bener lagi fokus (dan gak terbatas ke hanya) 4 poin yang gue sebut sebelumnya. Lagi-lagi, ini dari sudut pandang pribadi gue aja. Boleh jadi algoritma gue yang mungkin menganggap gue suka konten-konten kayak gini.
Intinya selain yang gue sampaikan di disclaimer tadi, gue ngerasa hal-hal yang lagi jadi mayoritas topik debat antar warga ini sesuatu yang bisa dibuat “agree to disagree” atau “yaudah cari yang cocok aja.”
Karena dari sekian ratus juta warga Indonesia, belum lagi 8 miliar+ populasi dunia, kayaknya agak sulit dikelompokkan ke beberapa ideologi atau mindset aja. Bahkan sekelas MBTI pun cukup questionable. Di pikiran gue “masa 8 miliar manusia bisa dikelompokkan ke beberapa belas tipe kepribadian aja“
Ya, segitu aja sih yapping kali ini. Poinnya, kayaknya lebih baik ngabisin waktu untuk sesuatu yang lebih worthwhile aja untuk didebatin secara serius. Kecuali lagi nongkrong ya sok aja.